Kolaborasi APBD, CSR, dan Warga Percepat Rehabilitasi 14 Jembatan Rusak di Sukabumi

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Sukabumi terus dipercepat. Hingga pertengahan 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berhasil mengembalikan fungsi 14 jembatan yang sebelumnya rusak akibat bencana melalui kolaborasi pendanaan dari APBD, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta swadaya masyarakat.

Perbaikan tersebut menjadi langkah strategis untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas masyarakat, serta menjaga akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan di berbagai kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar karena puluhan jembatan lainnya masih membutuhkan rehabilitasi.

“Berdasarkan pendataan kami, terdapat 41 jembatan terdampak bencana dan 23 di antaranya mengalami kerusakan berat. Alhamdulillah hingga saat ini sekitar 14 jembatan telah berhasil ditangani melalui APBD, bantuan CSR, maupun swadaya masyarakat. Hari ini kami kembali memperoleh dukungan CSR untuk pembangunan jembatan yang tentu sangat kami apresiasi,” ujar Sendi saat menghadiri musyawarah pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding.

Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan APBD untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur. Karena itu, sinergi dengan dunia usaha dan partisipasi masyarakat menjadi strategi utama agar pembangunan tetap berjalan.

“Kolaborasi menjadi solusi agar rehabilitasi infrastruktur tetap berlangsung tanpa harus menunggu seluruh kebutuhan anggaran tersedia dari pemerintah daerah,” katanya.

Selain kerusakan akibat bencana, Disperkim juga mencatat sejumlah jembatan mengalami penurunan kualitas konstruksi karena faktor usia sehingga memerlukan penguatan secara bertahap.

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan. Selain kerusakan akibat bencana, ada pula jembatan yang usianya sudah cukup lama sehingga konstruksinya mulai rapuh. Karena itu rehabilitasi terus kami lakukan secara bertahap,” jelasnya.

Jembatan Leuwidingding Jadi Prioritas

Dalam kesempatan tersebut, Sendi mengungkapkan pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding memiliki nilai strategis karena akan menghubungkan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh.

Berdasarkan data Disperkim Kabupaten Sukabumi, jembatan tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 84 meter sehingga berpotensi menjadi jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Sukabumi.

“Kalau berdasarkan data kami, ini akan menjadi jembatan gantung paling panjang di Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar jembatan lainnya memiliki bentang sekitar 30 hingga 40 meter,” ungkapnya.

Disperkim juga telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari Detail Engineering Design (DED), gambar teknis, dokumen perizinan, hingga fasilitasi kepada masyarakat agar proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

“Dokumen teknis, DED, gambar, perizinan, serta fasilitasi kepada masyarakat sudah kami siapkan. Selanjutnya akan dilakukan penyesuaian oleh pihak pelaksana sesuai kondisi lapangan,” katanya.

Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, meski nilai tersebut masih akan disesuaikan berdasarkan hasil kajian teknis akhir.

Pemulihan Infrastruktur Perkuat Ketahanan Daerah

Pemkab Sukabumi menilai rehabilitasi jembatan tidak hanya bertujuan memulihkan akses transportasi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Infrastruktur yang andal dinilai menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sendi berharap sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat terus diperkuat agar percepatan pembangunan infrastruktur dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyambut baik bantuan ini, bergotong royong selama proses pembangunan, serta bersama-sama menjaga dan memelihara jembatan setelah selesai dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Adv, Las)


Terbaru