Katanews.com, Bogor — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan 18 proyek industri hilir strategis yang akan dimulai paling lambat pada Maret 2026. Perintah ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sesi kabinet retreat yang digelar di kompleks Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat.
Menurut Sekretaris Negara, perintah tersebut bertujuan untuk memperkuat perekonomian nasional melalui penetrasi pasar industri yang lebih luas serta menciptakan lapangan kerja baru. “Kita harus memastikan semua persiapan proyek matang agar dapat segera dibangun antara Januari hingga Maret 2026,” ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan usai pertemuan kabinet.
Proyek tersebut mencakup sektor hilirisasi sumber daya alam dan produk manufaktur yang selama ini digadang akan meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia. Beberapa pembangunan akan diawali bulan ini, sementara sisanya ditargetkan siap konstruksi pada periode Februari–Maret.
Upaya pemerintah ini datang bersamaan dengan dorongan untuk memperkuat ketahanan energi dan ketahanan pangan, mengikuti arahan presiden yang mengutamakan kedaulatan nasional di berbagai sektor strategis pada awal tahun 2026. Sektor energi juga menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk memperkuat perekonomian dalam jangka panjang.
Para analis melihat inisiatif percepatan proyek hulu–hilir ini sebagai sinyal kepada investor domestik maupun internasional bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama pembangunan dan perluasan industri, serta bahwa kebijakan pemerintah akan konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Rud)