Hujan Deras Picu Banjir Parah di Tangsel, Ratusan Rumah Terendam

Share

Katanews.com, JAKARTA — Ratusan rumah warga di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter pada Sabtu (4/4/2026) sore hingga malam. Banjir dipicu curah hujan tinggi yang disertai angin kencang, menyebabkan genangan meluas di sejumlah titik permukiman.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, sedikitnya terdapat 10 titik banjir yang tersebar di wilayah Kecamatan Pamulang. Ketinggian muka air (TMA) bervariasi antara 20 sentimeter hingga 100 sentimeter.

Kondisi paling parah terjadi di Jalan Ketapang Blok N Pamper, di mana air dilaporkan mencapai satu meter pada Sabtu malam. Sementara itu, banjir setinggi dada orang dewasa—sekitar 90 sentimeter—merendam kawasan BPI RW 04 Pamulang Timur serta Jalan Akasia 1 Blok AC, berdampak pada ratusan rumah warga.

Seorang warga Kompleks BPI Pamulang mengungkapkan bahwa banjir terjadi secara berulang dalam dua hari terakhir. “Jadi, Jumat magrib banjir, dini hari surut. Kemarin sore banjir lagi, lebih tinggi dari Jumat. Hari ini sudah surut,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

BPBD juga mencatat enam titik genangan tambahan di sejumlah kawasan perumahan lain di Tangerang Selatan, dengan ketinggian air berkisar antara 25 hingga 40 sentimeter.

Tidak hanya banjir, BPBD menerima sembilan laporan kejadian tanah longsor di beberapa lokasi. Salah satunya terjadi di Jalan Sengkol RT 006 RW 02, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, yang sempat mengganggu akses mobilitas warga.

Hingga Minggu, kondisi banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan. Sejumlah perahu karet disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi jika debit air kembali meningkat.

Selain itu, distribusi bantuan logistik berupa bahan pangan mulai dilakukan kepada warga terdampak banjir dan longsor, sebagai upaya penanganan darurat di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (Han)

Terbaru