Mengenal Parungkuda Sukabumi, Wilayah dengan Potensi Ekonomi, Wisata dan Pertanian yang Terus Berkembang

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Kecamatan Parungkuda menjadi salah satu wilayah strategis di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terus menunjukkan perkembangan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Berada di jalur utama Sukabumi–Bogor dan didukung keberadaan akses Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kawasan ini memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor industri, pertanian, perdagangan, UMKM hingga pariwisata.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Parungkuda terdiri atas delapan desa, yakni Parungkuda, Bojongkokosan, Sundawenang, Langensari, Babakanjaya, Palasari Hilir, Pondokkasolandeuh, dan Kompa. Wilayah ini menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi yang terus meningkat seiring membaiknya konektivitas infrastruktur.

Jumlah penduduk Parungkuda mencapai puluhan ribu jiwa dengan komposisi usia produktif yang mendominasi. Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan serta berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi penggerak ekonomi lokal.

Sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama Kecamatan Parungkuda. Kondisi geografis yang berada di kawasan beriklim tropis basah dengan curah hujan relatif tinggi membuat wilayah ini memiliki tanah yang subur untuk berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.

Di Desa Palasari Hilir, potensi perkebunan berkembang menjadi daya tarik agrowisata. Beragam tanaman buah seperti durian, duku, cempedak, dan rambutan menjadi komoditas unggulan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Selain pertanian, potensi wisata alam juga terus mendapat perhatian. Salah satu destinasi yang mulai dikenal masyarakat adalah Wisata Tangga Seribu di Desa Pondokkasolandeuh. Kawasan ini memiliki panorama alam yang masih asri dan berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dengan dukungan fasilitas penunjang seperti homestay, ruang terbuka, serta layanan wisata masyarakat.

Di sektor ekonomi kreatif, masyarakat Parungkuda juga dikenal mampu mengolah berbagai bahan bekas menjadi produk bernilai jual. Kerajinan berbahan limbah, hiasan rumah, hingga produk kreatif lainnya menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis masyarakat yang terus berkembang.

Sementara itu, budidaya jamur tiram putih di Desa Langensari menjadi salah satu peluang usaha baru yang menjanjikan. Pengembangan komoditas tersebut diarahkan tidak hanya pada produksi bahan baku, tetapi juga pengolahan menjadi produk pangan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.

Keunggulan lain Kecamatan Parungkuda adalah letaknya yang sangat strategis sebagai pintu masuk menuju kawasan wisata selatan Kabupaten Sukabumi, termasuk kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark serta destinasi Pantai Palabuhanratu. Posisi ini menjadikan Parungkuda berpotensi berkembang sebagai kawasan transit wisata sekaligus pusat perdagangan dan jasa.

Keberadaan Tol Bocimi turut mempercepat mobilitas barang, jasa, dan wisatawan menuju Sukabumi. Kondisi tersebut membuka peluang investasi baru di sektor properti, perdagangan, pergudangan, perhotelan, kuliner, hingga pengembangan kawasan industri yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, jaringan irigasi, ruang terbuka hijau, serta penguatan pelayanan publik menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing wilayah. Dengan kombinasi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, akses transportasi, serta posisi geografis yang strategis, Kecamatan Parungkuda diproyeksikan menjadi salah satu kawasan unggulan yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi pada masa mendatang. (Ani)

Terbaru