Katanews.com, Jakarta – Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada Rabu (21/1/2026), mencatat dinamika signifikan di tengah tekanan ekonomi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka melemah 40,27 poin atau sekitar 0,44 persen ke level 9.094,43, menunjukkan sentimen berhati-hati investor dalam sesi perdagangan awal.
Dilaporkan pula bahwa kelompok saham unggulan LQ45 turun 8,44 poin, menandakan tekanan jual di segmen saham blue-chip. Analis pasar menyebut respons pasar ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap nilai tukar rupiah yang masih berada di bawah tekanan global.
Di sisi kurs, data terbaru menunjukkan rupiah bergerak menguat tipis 0,01%, namun tetap berada dekat level psikologis penting di sekitar Rp16.955 per dolar AS. Analis ekonomi Rully Nova mengingatkan bahwa jika level Rp17.000 dilewati, hal itu bisa menjadi beban bagi sektor industri yang bergantung pada impor.
Seorang pelaku pasar di Jakarta, Andi Prasetyo, menyatakan, “Kondisi kurs dan IHSG saat ini memperlihatkan aktivitas investor yang masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan global, terutama setelah keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga.” Fungsi kebijakan moneter ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasar.
Bank Indonesia sebelumnya memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4,75%, langkah yang dimaksudkan untuk menstabilkan rupiah sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi, meskipun tantangan global tetap membayangi pasar. (Han)