Katanews.com, JAKARTA** – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan komitmen nasional untuk memperkuat program imunisasi dengan menargetkan anak zero-dose atau yang belum pernah menerima vaksin sama sekali. Upaya ini dipacu melalui momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 (PID 2026).
Kemenkes mencatat masih terdapat hampir 960 ribu anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar. Kelompok ini menjadi fokus utama intervensi pemerintah dalam upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan penguatan imunisasi rutin menjadi prioritas utama, terutama setelah pandemi COVID-19 yang sempat menurunkan cakupan vaksinasi nasional.
“Setelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,” ujar Andi dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Ia memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman secara nasional, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga distribusi dan kualitas rantai dingin di daerah agar program imunisasi berjalan efektif.
Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri, menambahkan PID 2026 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya imunisasi.
“Melalui Pekan Imunisasi Dunia, kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi generasi kita. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” katanya.
Kemenkes juga terus mendorong berbagai inovasi untuk memperluas jangkauan layanan imunisasi, termasuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum terlayani.
Dari sisi mitra pembangunan, UNICEF menegaskan imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi. Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menyebut upaya global telah menunjukkan hasil signifikan melalui inisiatif The Big Catch-Up.
“Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, World Health Organization (WHO) melalui perwakilannya di Indonesia, Olivia, menilai imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif.
WHO juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif. Meski demikian, tantangan masih tetap ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.
“Tidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya. (Ded)