Intervensi AS di Venezuela Picu Gelombang Politik Global

Share

Katanews.com, New York / Caracas / Bogotá — Ketegangan geopolitik internasional kembali memuncak setelah pemerintahan Amerika Serikat mengumumkan langkah untuk mengontrol penjualan minyak Venezuela secara indefinitely menyusul operasi militer yang menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro. Pemerintah AS menyatakan bahwa setiap penjualan minyak akan dikendalikan dan hasilnya akan diatur penggunaan serta investasinya.

Langkah ini memicu kritik tajam dari pemerintah Venezuela yang menyatakan peristiwa tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, khususnya setelah laporan korban tewas dari operasi militer meningkat menjadi sekitar 100 jiwa menurut pejabat Caracas. Venezuela bahkan menetapkan minggu berkabung sebagai respons terhadap tindakan AS.

Di Amerika Latin, khususnya di Kolombia, aksi protes besar meletus di ibu kota Bogotá dan kota perbatasan Cúcuta, menuntut agar AS menghentikan intervensinya. Para demonstran mengecam apa yang disebutnya “imperialisme baru” dan mengancam stabilitas regional.

Analisis global juga mencatat bahwa langkah kontroversial ini turut menimbulkan ketegangan diplomatik dengan negara lain seperti China dan Rusia, yang sama-sama menyuarakan penolakan terhadap dominasi energi dan keamanan oleh AS di kawasan Amerika Latin.

Sementara itu, pejabat AS mengklaim bahwa kontrol atas sumber energi Venezuela adalah bagian dari strategi untuk “stabilisasi ekonomi dan region”, serta untuk melawan kegiatan kriminal dan perdagangan narkoba internasional. Namun, banyak analis internasional memperingatkan potensi dampak negatif yang lebih luas terhadap hubungan multilateral dan harga minyak global. (Ani)

Terbaru