Bandung – Menurut ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), bencana banjir bandang dan longsor besar-besaran yang melanda Sumatra akhir November–Desember 2025 dipicu oleh kombinasi curah hujan ekstrem, pengaruh siklon tropis, serta kondisi lingkungan yang semakin rusak — seperti kerusakan hutan dan alih fungsi lahan — yang memperparah dampak.
Data menunjukkan curah hujan di beberapa titik mencapai >150 mm, bahkan ada yang lebih dari 300 mm — kategori hujan ekstrem — sehingga tanah tak mampu menyerap air, memicu aliran deras dan longsor mendadak.
Pakar menekankan pentingnya mitigasi terpadu: peringatan dini (early warning), reboisasi, pengendalian alih fungsi lahan, serta penataan ulang pemukiman di zona rawan — agar tragedi semacam ini dapat dicegah di masa depan. (Las)