Katanews.com, Jakarta — Pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk daerah terdampak bencana di Sumatera, guna memastikan kelancaran aktivitas masyarakat menjelang Ramadan dan Hari Raya Lebaran 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan seluruh kementerian dan lembaga telah melakukan persiapan sejak beberapa waktu lalu. Fokusnya meliputi perbaikan infrastruktur, mitigasi risiko, hingga penguatan sektor transportasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kita semua kementerian dan lembaga memang sudah melakukan koordinasi di semua sektor, melakukan persiapan-persiapan, perbaikan-perbaikan, dan mitigasi untuk memperlancar aktivitas masyarakat menghadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran,” ujar Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut dia, mitigasi mencakup pengecekan serta perbaikan jalan nasional dan daerah agar tetap layak dilalui selama periode mudik. Pemerintah juga meminta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kelayakan moda transportasi darat, laut, dan udara guna menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Selain sektor infrastruktur dan transportasi, pemerintah menyiapkan kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Lebaran. Kebijakan tersebut antara lain pemberian diskon hingga 30 persen serta stimulus bantuan pangan bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga desil 4 selama dua bulan.
Prasetyo menegaskan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ibadah dan mobilitas selama Ramadan dan Lebaran berjalan lancar.
Di sisi lain, DPR RI turut melakukan evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana (Satgas Galapana) DPR RI menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan rapat tersebut bertujuan mengevaluasi penanganan pascabencana sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya yang digelar di Aceh pada Januari 2026.
“Kita mengadakan evaluasi penanganan pascabencana alam Sumatera dengan menghadirkan menteri-menteri terkait,” kata Dasco di kompleks parlemen.
Pemerintah menargetkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana dapat selesai bertahap sebelum puncak arus mudik Lebaran, sehingga konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu. (Rud)