Sumatra — Rangkaian banjir dan tanah longsor yang menghantam wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan 1.140 orang hingga pagi 29 Desember 2025. Selain itu, 163 orang masih dinyatakan hilang, dan ratusan ribu warga harus mengungsi.
Kondisi ini merupakan kelanjutan dari dampak Cyclone Senyar yang melanda kawasan pada akhir November–Desember, memicu curah hujan ekstrem serta aliran banjir yang menghancurkan permukiman dan fasilitas publik.
Hingga Senin pagi, sekitar 166.743 rumah, 99 jalan, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan mengalami kerusakan di tiga provinsi terdampak.
“Situasi di lapangan sangat mengkhawatirkan. Korban jiwa dan kerusakan yang terjadi sungguh luar biasa, dan kami terus mengintensifkan evakuasi serta bantuan logistik,” kata Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI/Polri bekerja siang-malam untuk evakuasi korban, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan bagi pengungsi di posko-posko darurat.
Situasi bencana dan tuntutan pemulihan diperkirakan akan menjadi sorotan utama pemerintah dan masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru 2026. (Las)