Katanews.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah antisipatif untuk meredam dampak konflik di Timur Tengah terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyatakan bahwa pihaknya akan menerapkan strategi pergeseran pasar (shifting market) guna menjaga angka kunjungan wisatawan.
“Dilakukan shifting market, kita banyak kehilangan wisatawan Timur Tengah dan Eropa,” ujar Vinsensius, dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, penurunan wisatawan dari kawasan Timur Tengah dan Eropa dipicu oleh krisis yang berdampak pada penghentian sejumlah penerbangan maskapai dari wilayah tersebut.
Sebagai respons, Kemenpar mengalihkan fokus pasar wisata ke kawasan Asia dan Australia yang dinilai memiliki potensi besar untuk menutup kekosongan pasar tersebut.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan pasar domestik melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan pariwisata di daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga pergerakan sektor pariwisata nasional di tengah tekanan global.
Kemenpar telah menyiapkan sekitar 125 kegiatan pariwisata hasil kurasi dari sekitar 1.000 usulan event di berbagai daerah. Mayoritas kegiatan tersebut merupakan event budaya yang menjadi daya tarik utama pariwisata Indonesia.
“Sebanyak 90 persen event yang disiapkan merupakan gelaran budaya yang menjadi kekuatan pariwisata kita,” jelas Vinsensius.
Ia menegaskan, optimalisasi pasar domestik diharapkan dapat menutup potensi penurunan kunjungan wisatawan akibat konflik di Timur Tengah. (Ani)