Katanews.com, Sukabumi – Di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, suara debur ombak Pantai Minajaya di Kecamatan Surade, kini tak hanya membawa cerita tentang alam yang indah, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat setempat. Menjelang momentum Papajar Puasa hingga libur Idulfitri 2026, kawasan pantai yang dahulu terlihat sederhana mulai berbenah. Bagi warga sekitar, perubahan ini bukan sekadar soal estetika, melainkan tentang masa depan ekonomi keluarga dan kebanggaan terhadap kampung halaman.
Penataan kawasan dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dengan pendekatan bertahap. Jalur pengunjung mulai diperbaiki, area publik ditata ulang, dan aspek keselamatan wisatawan diperkuat. Di balik aktivitas pembangunan tersebut, terlihat keterlibatan warga yang turut menjaga kebersihan dan kerapian kawasan, menciptakan suasana gotong royong yang menjadi identitas masyarakat pesisir selatan.
Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, menegaskan bahwa pembenahan ini tidak dilakukan secara instan.
“Penataannya dilakukan pelan-pelan agar hasilnya benar-benar bermakna dan bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas utama menghadapi lonjakan pengunjung saat musim liburan nasional.
Bagi pelaku usaha kecil di sekitar pantai, perubahan ini membawa optimisme baru. Warung sederhana yang dulu hanya ramai di akhir pekan kini mulai bersiap menyambut wisatawan dari berbagai daerah. Para pedagang berharap kehadiran pengunjung tidak hanya memberi penghasilan tambahan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi generasi muda yang selama ini harus merantau untuk mencari nafkah.
Ali Iskandar menambahkan bahwa penataan Pantai Minajaya bukan sekadar mempercantik kawasan.
“Yang terpenting adalah bagaimana wisatawan merasa aman, nyaman, dan bangga berkunjung ke sini, sekaligus masyarakat lokal merasakan manfaat ekonomi secara nyata,” katanya.
Ia juga mengajak semua pihak, termasuk wisatawan, untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian pantai agar perubahan yang telah dilakukan dapat bertahan lama.
Kini, Pantai Minajaya perlahan berubah menjadi simbol kebangkitan pariwisata selatan Sukabumi. Di antara hamparan pasir dan semilir angin laut, tersimpan cerita tentang harapan, kerja keras, dan kebersamaan warga. Menjelang Idulfitri 2026, pantai ini tak hanya bersolek untuk menyambut wisatawan, tetapi juga menjadi cermin semangat lokal yang terus tumbuh dari tepian Nusantara menuju panggung wisata nasional. (Adv, Rud)