Ali Iskandar Dorong Sinergi MUI dan Pemkab Sukabumi Perkuat Pembinaan Masyarakat

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Sinergi MUI dan Pemkab Sukabumi, Jawa Barat, dinilai perlu diperkuat untuk memastikan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh pembinaan moral, sosial, dan spiritual masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Ali Iskandar, setelah pelaksanaan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031, Selasa (6/10/2026).

Menurut Ali, keberadaan MUI memiliki posisi strategis dalam mempertemukan unsur ulama, pemerintah atau umara, serta cendekiawan muslim. Kolaborasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Ali yang juga Ketua Umum DPD Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an Kabupaten Sukabumi mengatakan, Raker MUI bukan hanya forum internal organisasi, tetapi dapat menjadi momentum untuk menyatukan gagasan mengenai pembinaan masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rapat Kerja MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031. Semoga MUI terus menjadi institusi yang menaungi dan memfasilitasi silaturahmi antara ulama, umara, dan cendekiawan muslim,” ujar Ali, Kamis (8/10/2026).

Sinergi MUI dan Pemkab Sukabumi Dinilai Penting

Ali mengatakan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah memiliki program dan kebijakan pembangunan, sementara ulama memiliki peran dalam memberikan pembinaan moral serta spiritual kepada masyarakat.

Karena itu, menurut dia, sinergi MUI dan Pemkab Sukabumi perlu diarahkan pada kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berharap MUI dapat terus menjalankan fungsi pembinaan, pengayoman, dan bimbingan terhadap umat Islam di Kabupaten Sukabumi.

“MUI diharapkan dapat mengayomi, membina, dan membimbing umat Islam di Kabupaten Sukabumi serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Nilai tersebut dapat menjadi pendorong kinerja pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” katanya.

Pernyataan tersebut menempatkan peran MUI tidak sebatas sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai salah satu unsur masyarakat yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Jangan Berhenti pada Seremoni

Ali menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan perlu diterjemahkan dalam kerja nyata. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan masyarakat sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

Menurut dia, keberadaan ulama dan pemerintah yang berjalan beriringan dapat membantu menciptakan masyarakat yang sehat, baik, benar, cerdas, dan tangguh.

“Tentu saja semuanya bisa terwujud karena sinergitas yang terjadi. Semoga Allah memudahkan kita bersama untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat,” tutur Ali.

Dengan demikian, Raker MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031 diharapkan tidak hanya menghasilkan agenda organisasi, tetapi juga memperkuat ruang kolaborasi antara MUI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

MUI Diharapkan Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Ali berharap kepengurusan MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 dapat mempertahankan komunikasi dengan pemerintah daerah dan memperluas kerja sama dalam pembinaan umat.

Ia menilai pembangunan daerah akan lebih kuat apabila program pemerintah mendapatkan dukungan pembinaan sosial dan spiritual dari unsur keagamaan.

“Sinergi ulama dan pemerintah bukan hanya penting dalam kehidupan keagamaan. Kerja bersama itu juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.

Penguatan sinergi MUI dan Pemkab Sukabumi pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung arah pembangunan Kabupaten Sukabumi. (Adv, Dd)

Terbaru