PAD Pariwisata Sukabumi Tembus Rp656 Juta, Bukti Wisata Alam Masih Jadi Magnet Ekonomi

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Sektor pariwisata Sukabumi kembali menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Hingga 14 Juni 2026, pendapatan daerah dari sektor pariwisata mencapai Rp656.853.000, menegaskan posisi Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata alam terbesar di Jawa Barat.

Data yang dipublikasikan melalui akun resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pada Selasa (16/6/2026) menunjukkan bahwa enam objek daya tarik wisata (ODTW) yang dikelola pemerintah daerah terus menjadi sumber penerimaan daerah melalui retribusi kunjungan wisatawan.

Selama periode 8 hingga 14 Juni 2026, enam destinasi wisata tersebut menghasilkan retribusi sebesar Rp25.206.000. Dari jumlah itu, Curug Cikaso menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai retribusi Rp6.585.000.

Posisi kedua ditempati Curug Sodong dengan pendapatan Rp5.676.000, disusul Geyser Cisolok sebesar Rp3.660.000. Sementara itu, Pondok Halimun menyumbang Rp3.390.000, Pantai Minajaya Rp1.015.000, dan kawasan wisata Cinumpang Rp661.000.

Selain retribusi wisata, terdapat pemasukan dari asuransi wisatawan sebesar Rp4.219.000. Dengan demikian, total penerimaan yang masuk ke kas daerah selama periode tersebut mencapai Rp20.987.000.

Secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 14 Juni 2026, pendapatan sektor pariwisata Sukabumi tercatat sebesar Rp656.853.000. Jumlah tersebut terdiri atas retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp647.553.000 serta hasil kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) sebesar Rp9.300.000.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pariwisata Sukabumi masih menjadi salah satu sektor strategis dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi tersebut didukung oleh keberagaman destinasi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, mulai dari kawasan pantai selatan, air terjun, pegunungan, hutan wisata, hingga fenomena geotermal yang menjadi daya tarik wisatawan.

Mojang Wakil II dan Kameumeut Kabupaten Sukabumi 2024, Auliya Ramadhani, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata agar mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.

Menurutnya, penataan kawasan, peningkatan fasilitas, perbaikan pelayanan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi seluruh wisatawan melalui penataan dan pembenahan seluruh objek daya tarik wisata. Langkah ini penting agar sektor pariwisata dapat menjadi sumber ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Auliya.

Dengan tren pendapatan yang terus meningkat sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis sektor pariwisata akan semakin berperan sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Sukabumi sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di tingkat nasional. (Adv, Ded)

Terbaru