Katanews.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia tengah memproses pemulangan jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan proses tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah saat ini bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, serta Markas Besar TNI untuk memastikan pemulangan berjalan lancar.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Menteri Pertahanan, termasuk Panglima TNI. Semua sedang dalam proses,” ujar Prasetyo kepada awak media, Rabu (1/4/2026).
Koordinasi juga melibatkan Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Markas Besar TNI sebelumnya mengonfirmasi bahwa delapan prajurit yang tergabung dalam misi UNIFIL menjadi korban dalam eskalasi konflik antara Israel Defense Forces dan Hezbollah dalam beberapa hari terakhir.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (30/3/2026) saat tim pengawal dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL melaksanakan pengamanan konvoi dukungan logistik di wilayah Sektor Timur Lebanon. Dalam kejadian tersebut, terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan dua prajurit gugur, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.
Selain itu, dua prajurit lainnya mengalami luka, yaitu Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana dan Prajurit Kepala Deni Rianto. Keduanya telah dievakuasi dan menjalani perawatan intensif di St. George Hospital Beirut.
Kepala Pusat Penerangan TNI Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), empat prajurit TNI lebih dulu menjadi korban dalam serangan di markas Indobatt UNP 7-1 yang berada di Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. Dalam serangan itu, Prajurit Kepala Farizal dinyatakan meninggal dunia.
Satu prajurit lainnya mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit di Beirut, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan dari tim medis UNIFIL.
TNI memastikan seluruh personel yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, sementara pemerintah terus memantau situasi keamanan di wilayah penugasan pasukan perdamaian tersebut. (Ded)