Pemkab Sukabumi Tindak Cepat Kasus Ikan Berkurang, Transaksi Kini Berbasis Satuan

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Dugaan kecurangan dalam transaksi penjualan ikan di kawasan Palabuhanratu menjadi perhatian nasional setelah viral di media sosial. Pemerintah Kabupaten Sukabumi langsung mengambil langkah cepat dengan merombak sistem jual beli guna menjaga kepercayaan publik dan citra pariwisata.

Kasus ini mencuat setelah seorang wisatawan mengaku membeli ikan laut seberat 2 kilogram di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Palabuhanratu. Namun, saat ditimbang ulang di rumah, berat ikan tersebut disebut hanya sekitar 1 kilogram. Unggahan itu memicu reaksi luas dari masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Sukabumi melalui Dinas Pariwisata menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Aula Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu pada Selasa (7/4/2026). Rapat melibatkan dinas terkait, aparat penegak perda, serta perwakilan pedagang dan nelayan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa hasil klarifikasi menunjukkan transaksi dilakukan di luar lapak resmi oleh pedagang asongan di pinggir jalan.

Ia menyebut penyusutan berat ikan secara alami memang dapat terjadi, namun dalam batas tertentu. “Penyusutan 1 sampai 2 ons masih bisa dimaklumi, tetapi jika dari 2 kilogram menjadi 1 kilogram, itu sudah tidak wajar,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah bersama pelaku usaha sepakat mengubah sistem transaksi. Penjualan ikan tidak lagi berbasis timbangan kilogram, melainkan menggunakan sistem satuan atau jumlah ikan yang dapat dilihat langsung oleh pembeli.

Kebijakan ini diharapkan meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi kecurangan. Selain itu, pedagang juga diwajibkan menjaga kualitas dan keaslian jenis ikan yang dijual.

Penguatan pengawasan internal akan dilakukan melalui Asosiasi Pedagang Ikan dan Bakul Palabuhanratu yang berperan sebagai wadah koordinasi pedagang.

Pemkab Sukabumi juga menjadwalkan pertemuan lanjutan pada 10 April 2026 untuk memperkuat komitmen bersama, termasuk agenda penataan dan aksi kebersihan lapak di kawasan pesisir.

Sebagai bagian dari edukasi publik, pihak pengelola pelabuhan akan memasang papan informasi mengenai ciri-ciri ikan segar dan layak konsumsi, serta imbauan agar wisatawan lebih teliti saat bertransaksi.

Langkah pembenahan ini dinilai penting untuk menjaga reputasi kawasan wisata unggulan di selatan Jawa Barat. Pemerintah berharap kepercayaan wisatawan tetap terjaga seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola perdagangan.

“Kepercayaan wisatawan adalah kunci. Kami ingin pengalaman berwisata di Palabuhanratu tetap aman dan nyaman, termasuk saat membeli hasil laut,” kata Ali. (Zen)

Terbaru