Katanews.com, SUKABUMI — Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Di tengah kemudahan akses informasi, peserta didik dinilai tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, tetapi juga membutuhkan karakter, kemandirian, kepemimpinan, serta keterampilan sosial.
Perspektif tersebut menguat dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 yang digelar melalui Apel Besar di Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/10/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menempatkan Gerakan Pramuka sebagai bagian penting dari proses pendidikan karakter siswa. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk peserta didik agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki bekal menghadapi kehidupan nyata.
Deden sebelumnya menegaskan bahwa Pramuka memiliki posisi penting dalam pendidikan karena kegiatan kepramukaan melatih peserta didik untuk bertanggung jawab, bekerja sama, mandiri, sekaligus membangun jiwa kepemimpinan.
“Pramuka itu bukan hanya tentang kegiatan di lapangan, tetapi bagaimana anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja sama, mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujar Deden.
Pendidikan Karakter Tak Boleh Kalah oleh Teknologi
Menurut Deden, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter. Peserta didik yang memiliki kemampuan mengakses teknologi tetap membutuhkan keterampilan sosial dan kecakapan hidup agar mampu menggunakan pengetahuan secara tepat.
Ia menilai tantangan pendidikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta didik juga harus dipersiapkan menghadapi perubahan dunia dengan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan.
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Deden dalam kegiatan kepramukaan sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan akademik dan teknologi, tetapi harus memiliki karakter dan keterampilan untuk menghadapi kehidupan.
“Yang paling penting adalah karakter. Selain memiliki ilmu pengetahuan, anak-anak harus memiliki nilai-nilai kehidupan, kemampuan sosial dan spiritual,” tutur Deden dalam kesempatan sebelumnya.
Tri Satya dan Dasa Dharma Jadi Bekal Generasi Muda
Dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Wakil Bupati Sukabumi Andreas juga menekankan pentingnya nilai Tri Satya dan Dasa Dharma dalam pembentukan generasi muda.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi yang tangguh, bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama.
Namun, dari perspektif pendidikan, nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam perilaku peserta didik sehari-hari. Pramuka tidak cukup berhenti pada kegiatan upacara, perkemahan atau aktivitas organisasi, tetapi harus menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
Deden sebelumnya juga menegaskan bahwa keberadaan Pramuka di sekolah memiliki fungsi penting dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah.
“Di sekolah itu harus ada Pramuka, karena itu adalah bagian penting dalam pendidikan dasar dan menengah,” tegas Deden.
Pramuka Didorong Lebih Relevan dengan Dunia Pendidikan
Tantangan pendidikan saat ini membuat kegiatan kepramukaan dituntut semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan dan kemandirian yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan Pramuka dapat menjadi bekal penting ketika peserta didik menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
Karena itu, penguatan pendidikan karakter melalui Pramuka perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Kegiatan kepramukaan juga perlu dikembangkan secara kreatif agar tetap menarik bagi generasi yang tumbuh di tengah ekosistem digital.
Deden mendorong agar kegiatan Pramuka di satuan pendidikan tidak sekadar menjadi aktivitas tambahan, melainkan bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Ia sebelumnya menyebut penguatan program kepramukaan di sekolah perlu terus dilakukan melalui program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi perkembangan siswa.
5.000 Pramuka Garuda Jadi Catatan Sukabumi
Dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tersebut, capaian Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi juga mendapat apresiasi.
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Ade Suryaman disebut berhasil melewati target 5.000 Pramuka Garuda sejak 2023.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari penguatan pembinaan kepramukaan di Kabupaten Sukabumi.
Selain apel, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan berbagai penghargaan.
Bagi dunia pendidikan, capaian tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan Gerakan Pramuka. Tujuannya bukan hanya mencetak peserta didik yang berprestasi, tetapi juga membangun generasi yang memiliki karakter, keterampilan sosial, kemandirian dan kemampuan kepemimpinan.
Pada akhirnya, tantangan pendidikan di era AI bukan semata bagaimana siswa menguasai teknologi. Tantangan yang sama pentingnya adalah memastikan teknologi digunakan oleh generasi yang memiliki tanggung jawab, etika dan karakter kuat. (Adv, Zen)