Pengentasan Blankspot di Sukabumi: Sinyal 5G Hadir di Desa Sukarame Cisolok

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Upaya pengentasan blankspot Sukabumi mulai menunjukkan hasil. Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sebelumnya menghadapi persoalan keterbatasan jaringan telekomunikasi, kini telah mendapatkan akses sinyal Telkomsel hingga jaringan 5G.

Konektivitas tersebut hadir setelah pemasangan menara Combat setinggi 40 meter di depan Kantor Desa Sukarame. Infrastruktur ini menjadi solusi awal untuk mengatasi wilayah yang sebelumnya mengalami blankspot sekaligus membuka akses komunikasi dan internet bagi masyarakat.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan persoalan blankspot di Desa Sukarame telah berlangsung cukup lama. Penanganannya kemudian dipercepat melalui koordinasi lintas pihak, termasuk dengan pimpinan DPR RI dan jajaran Telkomsel.

“Alhamdulillah, persoalan blankspot di Desa Sukarame akhirnya terjawab. Setelah dilakukan koordinasi, komunikasi dengan pimpinan DPR RI, kemudian difasilitasi untuk berkomunikasi dengan pimpinan Telkomsel, saat ini sinyal Telkomsel di Desa Sukarame sudah on air,” ujar Okih, Kamis (27/8/2026).

Pengentasan Blankspot Jadi Prioritas

Masuknya jaringan ke Sukarame menjadi perkembangan penting dalam upaya pemerataan konektivitas digital di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Selama ini, keterbatasan jaringan di sejumlah wilayah perdesaan menjadi salah satu hambatan dalam mengakses informasi dan layanan berbasis internet. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kegiatan ekonomi.

Okih mengatakan jaringan di Sukarame mulai aktif menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengujian langsung bersama pihak Telkomsel menunjukkan jaringan berada dalam kondisi stabil dan telah mendukung layanan 5G.

“Ini progres positif bagi masyarakat Desa Sukarame. Anak-anak dan pelajar akan lebih terbantu untuk dunia pendidikan. Ekonomi juga bisa berkembang, termasuk potensi pariwisata yang ada di Desa Sukarame karena sekarang sudah didukung jaringan komunikasi yang memadai,” tutur Okih.

Menurut dia, keberadaan jaringan internet tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai fasilitas komunikasi. Di wilayah perdesaan, konektivitas juga menjadi bagian dari infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik dan promosi potensi daerah.

Tower Combat Jadi Solusi Awal

Meski persoalan blankspot di Sukarame telah tertangani, infrastruktur yang digunakan saat ini belum bersifat permanen.

Tower Combat atau menara telekomunikasi bergerak setinggi 40 meter tersebut diproyeksikan beroperasi sekitar enam bulan hingga satu tahun sembari menunggu pembangunan menara permanen.

“Combat ini sifatnya sementara. Sambil berjalan, proses pembangunan tower permanen sedang dipersiapkan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku,” kata Okih.

Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam agenda pengentasan blankspot Sukabumi. Sebab, keberhasilan menghadirkan sinyal sementara perlu dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur permanen agar masyarakat memperoleh kepastian konektivitas dalam jangka panjang.

Okih berharap proses pembangunan tower permanen dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap ke depan pembangunan tower permanen dapat segera direalisasikan. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan kepastian akses komunikasi dan internet dalam jangka panjang,” ucapnya.

Jangkauan Sinyal Meluas ke Wilayah Sekitar

Kehadiran menara Combat di Sukarame juga memberikan dampak terhadap sejumlah wilayah di sekitarnya.

Okih menyebut kualitas sinyal turut meningkat di beberapa titik desa lain, termasuk wilayah yang mengarah ke Kampung Salakdaar, Desa Cikamak, serta kawasan Cikelat dan Cicadas.

“Kondisi ini menjadi keuntungan tambahan, karena satu infrastruktur dapat memberikan manfaat bagi wilayah yang lebih luas,” ujarnya.

Dampak tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi pada satu titik blankspot berpotensi memberikan manfaat lebih luas apabila cakupan teknologinya mampu menjangkau kawasan sekitar.

Pengentasan Blankspot Tak Berhenti di Sukarame

Okih mengatakan saat ini tidak terdapat wilayah lain di Kecamatan Cisolok yang masuk kategori blankspot total. Kendati demikian, sejumlah titik masih memiliki kualitas sinyal yang lemah.

Menurutnya, kondisi tersebut bersifat lokal dan berbeda dengan wilayah yang sebelumnya benar-benar tidak mendapatkan jaringan.

Pemerintah kecamatan berharap peningkatan konektivitas di Sukarame dapat menjadi bagian dari upaya pemerataan akses digital di wilayah Cisolok.

“Dengan hadirnya jaringan baru di Sukarame ini, kami berharap pemerataan konektivitas akan semakin memperkuat akses masyarakat terhadap informasi, pendidikan, ekonomi, pemerintahan, dan pariwisata,” pungkasnya.

Dari Blankspot Menuju Konektivitas Permanen

Pengentasan blankspot di Desa Sukarame menjadi contoh bahwa persoalan konektivitas di daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, operator telekomunikasi dan masyarakat.

Namun, keberadaan tower Combat belum menjadi akhir dari persoalan. Statusnya sebagai solusi sementara membuat pembangunan tower permanen menjadi tahapan berikutnya yang perlu dikawal.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pengentasan blankspot bukan hanya ketika sinyal mulai muncul, tetapi ketika masyarakat memperoleh akses jaringan yang stabil, berkelanjutan dan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari dalam jangka panjang.

Konektivitas yang semakin merata diharapkan mampu mempersempit kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan perdesaan, sekaligus membuka peluang baru bagi pendidikan, ekonomi lokal, pelayanan publik dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Sukabumi. (Ded)

Terbaru