Katanews.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, meminta seluruh kepala daerah terdampak bencana di Sumatera segera mempercepat pendataan kerusakan rumah warga agar penyaluran bantuan dapat direalisasikan tepat sasaran.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Tito menegaskan pentingnya pembentukan satuan tugas kecil di tingkat daerah untuk memastikan akurasi data rumah rusak ringan, sedang, maupun berat.
“Pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan dapat segera disalurkan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) secara serentak dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas PRR secara hybrid dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dan diikuti sejumlah daerah terdampak bencana se-Sumatera.
Pemerintah, lanjut Tito, menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai data yang diterima dari pemerintah daerah. Ia memastikan penyaluran yang dilakukan saat ini merupakan tahap awal dan akan berlanjut seiring validasi data di lapangan.
Adapun rincian bantuan yang diberikan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, serta Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang. Khusus rumah rusak berat atau hilang, bantuan Rp60 juta akan direalisasikan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di lahan relokasi yang telah ditetapkan.
Tito menegaskan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus bersinergi mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah Aceh Tamiang dan sejumlah daerah lain di Sumatera. Ia menyebut progres rehabilitasi dan rekonstruksi menunjukkan perkembangan signifikan, meski masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Pemerintah tidak akan berhenti sampai seluruh daerah benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Secara virtual, hadir pula Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Kepala Staf Umum TNI Richard Tampubolon, serta para kepala daerah terdampak.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran guna mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. (Rud)