Sebaran Abu Anak Krakatau Jadi Perhatian, Wisatawan Sukabumi Diminta Waspada

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Wisatawan diminta tidak panik, tetapi meningkatkan kewaspadaan karena kondisi udara dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar meminta wisatawan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di destinasi wisata.

“Wisatawan tetap dapat beraktivitas, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas. Gunakan masker, lindungi mata, dan ikuti arahan petugas maupun pengelola destinasi wisata,” ujar Ali, Rabu (9/9/2026).

Menurut Ali, aktivitas wisata luar ruangan sebaiknya dibatasi apabila konsentrasi abu semakin pekat. Wisatawan juga perlu menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Risiko tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Abu vulkanik juga dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin sehingga wisatawan yang berkendara diminta meningkatkan kehati-hatian.

“Kalau kondisi abu cukup pekat, sebaiknya aktivitas luar ruangan dibatasi. Jangan memaksakan diri dan selalu perhatikan kondisi di sekitar,” katanya.

Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, dan wisatawan dengan gangguan pernapasan, diminta mendapat perhatian lebih. Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, wisatawan disarankan segera menuju tempat aman dan mendapatkan pertolongan medis.

Ali juga mengingatkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan kondisi destinasi wisata sebaiknya dipantau melalui kanal resmi pemerintah serta petugas di lapangan.

“Kami mengajak wisatawan tetap tenang, waspada, dan disiplin mengikuti informasi resmi. Keselamatan wisatawan adalah yang utama,” tegas Ali. (Adv, Han)

Terbaru