Katanews.com, Maluku Utara – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dilaporkan mengalami dua kali erupsi dalam satu hari pada Senin (2/3/2026). Pada letusan kedua, kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, dalam keterangan resmi di Jakarta menyampaikan, erupsi pertama terjadi pada pukul 13.55 WIT. Namun, tinggi kolom abu pada letusan awal tersebut tidak teramati. Peristiwa itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 43 detik.
“Erupsi kedua berlangsung pada pukul 15.05 WIT. Pada kejadian ini, kolom abu teramati setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara,” katanya seperti dilansir ANTARA.
Letusan kedua juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 47 detik, menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung di gunung tersebut.
Saat ini, Gunung Ibu berada pada Status Level II atau Waspada. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara yang juga harus dihindari.
“Apabila terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut, serta pelindung mata guna mengurangi risiko gangguan kesehatan,” tegasnya.
Badan Geologi juga mengimbau seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memperoleh perkembangan terbaru terkait aktivitas vulkanik tersebut. (Han)