Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Ile Lewotolok Erupsi dengan Kolom Abu Setinggi 600 Meter

Share

Katanews.com, JAKARTA – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin (22/6/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas di zona bahaya gunung api tersebut.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, erupsi terjadi pada pukul 10.17 WITA dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung. Asap erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat.

Petugas Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menjelaskan bahwa kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar satu menit 16 detik.

Meski terjadi erupsi, status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Namun demikian, PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung api.

Selain ancaman lontaran material vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran lava, longsoran material vulkanik, serta awan panas yang berpotensi terjadi pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

PVMBG turut mengimbau warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Ile Lewotolok untuk menggunakan masker guna mengurangi dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan. Penggunaan pelindung mata dan kulit juga disarankan, termasuk menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok melalui Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta kanal resmi PVMBG dan Badan Geologi.

Erupsi Gunung Ile Lewotolok menjadi pengingat penting bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia memerlukan kesiapsiagaan tinggi terhadap potensi bencana vulkanik. Kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG menjadi langkah utama untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan gunung api. (Han)

Terbaru