Katanews.com, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar aksi bersih-bersih atau korve di sepanjang jalur wisata Palabuhanratu–Cisolok, Kamis (2/4/2026), sebagai respons atas meningkatnya volume sampah pasca libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah regulasi pemerintah pusat dan daerah, di antaranya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Gerakan Indonesia ASRI, Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait gerakan serupa di tingkat provinsi, serta kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup mengenai pengendalian sampah selama Hari Raya Idulfitri.
Aksi korve tersebut melibatkan sekitar 400 peserta yang disebar di delapan titik strategis sepanjang jalur utama wisata, mulai dari Jalan Pelita hingga Jalan Raya Cisolok. Jalur ini merupakan akses vital menuju sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Citepus, Karanghawu, hingga kawasan Pemandian Air Panas Cisolok.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengatakan lonjakan volume sampah selama libur Lebaran menjadi alasan utama digelarnya kegiatan tersebut.
“Selama libur Idulfitri, volume sampah per hari mencapai rata-rata 200 hingga 250 ton. Ini tentu membutuhkan respons cepat agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman,” ujar Nunung.
Untuk mendukung operasi pembersihan, DLH menurunkan 63 personel serta dua unit dump truck yang difokuskan menyisir titik-titik rawan penumpukan sampah, mulai dari wilayah Bagbagan hingga Karanghawu serta Jalan Pelita.
Menurutnya, fokus utama pembersihan berada di jalur nasional dari Gapura Geopark Bagbagan hingga kawasan Karanghawu yang menjadi pusat aktivitas wisatawan selama musim liburan.
Pembagian delapan titik pembersihan dilakukan guna memastikan seluruh area prioritas tertangani secara optimal. Selain melibatkan unsur pemerintah, kegiatan ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus peduli dan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap aksi korve ini tidak hanya menjadi langkah penanganan sementara, tetapi juga momentum memperkuat budaya gotong royong serta meningkatkan kualitas lingkungan, khususnya di kawasan wisata unggulan daerah. (Ded)