Katanews.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi permanen 47 jembatan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bagian dari upaya pemerintah memulihkan konektivitas nasional serta mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Hingga 25 Juli 2026, proyek rekonstruksi tersebut telah mencapai rata-rata progres 34,38 persen dengan total panjang penanganan mencapai 3.932,1 meter.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah tidak hanya berfokus membuka kembali akses transportasi, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas yang lebih aman dan andal untuk jangka panjang.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Dody, Selasa (28/7/2026).
Sebelum memasuki tahap rekonstruksi permanen, Kementerian PU telah menyelesaikan penanganan darurat terhadap 48 jembatan sepanjang 1.876,3 meter. Seluruh akses tersebut kini telah berfungsi sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan.
Penanganan darurat dilakukan melalui pemasangan jembatan Bailey, pembangunan box culvert, perbaikan oprit, penguatan struktur, hingga pembersihan material serta alur sungai yang terdampak bencana.
Tahap rekonstruksi permanen kini mencakup 30 jembatan di Aceh, 8 jembatan di Sumatra Utara, dan 9 jembatan di Sumatra Barat.
Sejumlah proyek menunjukkan perkembangan signifikan. Di Aceh, pembangunan Jembatan Lawe Mengkudu I dan Jembatan Ulee Langa telah mencapai progres lebih dari 90 persen.
Sementara itu, di Sumatra Barat, empat jembatan telah selesai dibangun seluruhnya, yakni Jembatan Marga Yasa A, Marga Yasa B, Sungai Indarung, dan Batang Lolo. Proyek lainnya masih berlangsung secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing lokasi.
Kementerian PU menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat guna mempercepat rehabilitasi infrastruktur pascabencana. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.
Percepatan rekonstruksi jembatan pascabencana juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan infrastruktur nasional agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang. (Rud)