Pidato Prabowo di Davos dan Pencabutan Izin 28 Perusahaan Jadi Sorotan Politik Nasional

Share

Katanews.com, Jakarta – Pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 menjadi perhatian luas investor global. Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap investasi asing, sekaligus menjanjikan stabilitas politik dan reformasi iklim usaha sebagai daya tarik utama bagi pelaku pasar internasional .

Langkah diplomasi ekonomi ini dipandang sebagai strategi untuk memperkuat arus modal dan mempercepat pertumbuhan sektor strategis nasional. Sejumlah analis menilai pesan Prabowo di Davos memberi sinyal positif bagi kepercayaan investor, khususnya di bidang energi, teknologi, dan infrastruktur.

Di dalam negeri, Presiden Prabowo juga menuai perhatian atas kebijakan tegas mencabut izin 28 perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Keputusan ini disebut sebagai langkah berani dalam penegakan tanggung jawab korporasi terhadap lingkungan dan keselamatan publik .

Aktivis dan pengamat politik menyebut kebijakan tersebut sebagai “preseden penting” dalam reformasi tata kelola sumber daya alam. “Ini menjadi pesan kuat bahwa kepentingan rakyat dan kelestarian lingkungan tidak bisa dikompromikan,” ujar Haris Rusly Moti dari 98 Resolution Network dalam pernyataan tertulis .

Kombinasi antara diplomasi ekonomi global dan ketegasan kebijakan domestik dinilai memperkuat posisi politik Presiden Prabowo di awal 2026. Para analis memandang pendekatan ini sebagai upaya membangun citra kepemimpinan yang pro-investasi, sekaligus responsif terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial. (Ded)

Terbaru