Katanews.com, SUKABUMI — Perbaikan Jalan Leuwiliang–Bojongtipar di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi resmi dimulai. Ruas jalan kabupaten yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena kondisinya rusak dan viral di media sosial itu kini tengah direkonstruksi oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Proyek rekonstruksi tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 1,20 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp1.333.503.500,01. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Safir Raya Utama dengan pengawasan dari CV Mara Karya Nusantara.
Ketua Tim Teknis DPU Kabupaten Sukabumi, Lutfi Hadi, mengatakan pekerjaan dimulai setelah kontrak ditandatangani pada 15 Juni 2026. Memasuki minggu ketiga pelaksanaan, progres fisik pekerjaan telah mencapai 5,41 persen.
“Ruas Jalan Leuwiliang–Bojongtipar yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena kondisinya rusak kini sedang dalam proses rekonstruksi. Pekerjaan dilaksanakan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” ujar Lutfi Hadi, Senin (6/7/2026).
Dalam proyek Perbaikan Jalan Leuwiliang–Bojongtipar ini, DPU menggunakan konstruksi Lataston Lapis Aus (HRS-WC) sebagai lapisan permukaan jalan. Material tersebut dipilih untuk meningkatkan kualitas jalan sehingga lebih kuat, nyaman, dan aman dilalui pengguna jalan.
Selain mempercepat pelaksanaan, DPU juga memastikan pengawasan dilakukan secara ketat agar seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis dan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Lutfi mengimbau masyarakat untuk mendukung proses rekonstruksi selama pekerjaan berlangsung. Aktivitas alat berat dan pengaturan lalu lintas diperkirakan akan terjadi di sekitar lokasi proyek.
“Kami mohon pengertian masyarakat agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga hasilnya dapat segera dirasakan oleh seluruh pengguna jalan,” katanya.
Rampungnya Perbaikan Jalan Leuwiliang–Bojongtipar diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Jampangtengah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Rekonstruksi ini juga menjadi respons atas keluhan warga terhadap kondisi jalan yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. (Adv, Zen)