Katanews.com, SUKABUMI — Pembangunan Jembatan Linggamanik di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi dimulai sebagai upaya memulihkan akses transportasi warga setelah jembatan tersebut ambruk akibat diterjang luapan Sungai Cikurutug beberapa waktu lalu. Hingga memasuki pekan ketiga pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 18,09 persen.
Jembatan Linggamanik berada di ruas Jalan Bojongjengkol–Miramontana, Kampung Linggamanik, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah. Infrastruktur tersebut merupakan jalur penghubung yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Sebelumnya, jembatan itu ambruk pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 00.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi memicu peningkatan debit Sungai Cikurutug hingga menggerus struktur bangunan. Peristiwa tersebut menyebabkan akses transportasi warga terputus dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua Tim Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Lutfi Hadi, mengatakan pekerjaan penggantian jembatan telah berlangsung selama sekitar dua pekan.
“Alhamdulillah pekerjaan sudah berjalan kurang lebih dua minggu. Saat ini progres pekerjaan hingga minggu ketiga telah mencapai 18,09 persen,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Lutfi, proyek pembangunan Jembatan Linggamanik dilaksanakan berdasarkan kontrak Nomor 000.3.3/03/SP/PJM.01/DPU/2026 tertanggal 15 Juni 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.053.976.387,13. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender.
Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada PT Danti Andhika Kinara, sementara pengawasan dilakukan oleh PT Studio Aero Bentala.
Lutfi berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga jembatan dapat segera difungsikan kembali untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Nangerang, Sopyan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas dimulainya pembangunan kembali Jembatan Linggamanik yang telah lama dinantikan warga.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Jampangtengah.
“Kami berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga akses transportasi kembali normal dan aktivitas perekonomian masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Pembangunan Jembatan Linggamanik menjadi salah satu proyek prioritas infrastruktur di Kabupaten Sukabumi pada 2026. Setelah rampung, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (Adv, Han)