Katanews.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat revitalisasi ribuan fasilitas pendidikan terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan tidak terhenti.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam agenda pemulihan pascabencana karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan siswa di wilayah terdampak.
“Fasilitas pendidikan terdampak memang cukup besar. Karena itu proses pembangunan dan rehabilitasi terus didorong agar penyelesaiannya bisa berlangsung cepat,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Berdasarkan data Satgas PRR per 8 Mei 2026, total fasilitas pendidikan terdampak di tiga provinsi mencapai 4.922 satuan pendidikan. Meski mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, seluruh sekolah dipastikan tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah menerapkan berbagai skema pembelajaran sementara, mulai dari penggunaan sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, hingga lokasi belajar sementara guna menjaga capaian pembelajaran tetap berjalan 100 persen.
Amran menjelaskan, rehabilitasi dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan di lapangan. Untuk sekolah dengan kategori rusak berat, pembangunan ulang hingga relokasi sementara menjadi solusi yang ditempuh pemerintah.
“Kalau rusak berat tentu membutuhkan pembangunan baru sehingga tidak bisa langsung ditempati. Karena itu ada beberapa sekolah yang sementara direlokasi untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan,” katanya.
Dalam upaya percepatan pembangunan, Satgas PRR juga menggandeng lintas sektor, termasuk TNI Angkatan Darat (TNI AD), untuk menangani rehabilitasi sekolah kategori rusak berat dan relokasi.
Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi melalui mekanisme swakelola, sedangkan 267 sekolah lainnya ditangani bersama TNI AD.
Hingga saat ini, sebanyak 3.002 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp2,86 triliun. Dari jumlah tersebut, 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama senilai Rp1,9 triliun.
Aceh menjadi wilayah dengan cakupan revitalisasi terbesar, yakni 2.012 sekolah dengan total anggaran Rp1,98 triliun. Sementara di Sumatera Utara terdapat 658 sekolah yang direhabilitasi dengan anggaran Rp600,9 miliar, dan Sumatera Barat sebanyak 332 sekolah dengan dukungan dana Rp281,7 miliar.
Satgas PRR menegaskan percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan akan terus dilakukan agar siswa di daerah terdampak bencana dapat kembali belajar secara optimal dan memperoleh lingkungan pendidikan yang layak. (Han)